Categories
WordPress Masuk Desa

Pendampingan WordPress untuk Situs Web Desa Lempuyang

Mendengar kata “desa”, saya langsung teringat sebuah tempat yang asri: banyak tanah lapang dengan rumput, pepohonan besar dan sedang serta tanaman kebun, hamparan sawah, dan udara yang sejuk. Di desa tersimpan banyak kekayaan alam. Bonus demografi yang indah dan hasil bumi yang berlimpah menjadi sebuah keunggulan yang berpotensi menjadi sumber kemakmuran warga. Sebagian besar desa memang seperti itu, kecuali yang tidak. Maka tidak heran jika pemerintah pusat mencanangkan program desa wisata atau satu desa satu produk. Tujuannya sudah tentu untuk memaksimalkan potensi tersebut.

Teknologi internet yang sudah semakin menjamur di setiap warga pedesaan sejak beberapa tahun terakhir merupakan momentum yang tepat sebagai sarana penunjang untuk memajukan desa. Sifat dasar internet sebagai media pertukaran informasi tanpa sekat: baik waktu, tempat, maupun konten yang diserap/sebar, memberikan manfaat yang positif. Warga desa dapat dengan cepat mempelajari dan mengadopsi informasi dari luar yang bisa diaplikasikan dengan kebutuhan warga. Dengan adanya layanan media sosial yang beraneka ragam beserta kelebihan fitur masing-masing (seperti Facebook, Instagram, YouTube, Twitter, dll) menjadikan potensi desa dapat dengan mudah disebar luaskan ke khalayak ramai, baik lokal, nasional maupun internasional.

Selain media sosial yang disebut di atas, tersedia teknologi CMS (Content Management System) yang bisa dimanfaatkan sebagai induk informasi desa yang bisa diakses dengan sebuah alamat URL melalui aplikasi peramban web (web browser). Keunggulan teknologi ini terletak pada fleksibilasnya; artinya bisa dibuat sesuai dengan keperluan. Contohnya: pendaftaran (keperluan apa saja) online, portal berita desa, agenda kegiatan, formulir kerjasama dan investasi, menampilkan laporan transparansi keuangan, dll.

Salah satu CMS yang paling populer saat ini adalah WordPress. Sejauh yang saya amati, WordPress sudah banyak digunakan oleh instansi pemerintahan, pejabat, sekolah, universitas, perusahaan, organisasi/komunitas, dll. Sebagai contoh, berikut daftar situs-situs web yang saya kumpulkan secara acak:

WordPress memiliki banyak keunggulan dibandingkan CMS lainnya seperti: Joomla, WIX, Blogger, dll. Saya sudah menggunakan WordPress sejak 10 tahun yang lalu. Menurut saya, keunggulan-keunggulan tersebut antara lain:

  • 100% gratis (kecuali hosting dan domain)
  • Mudah dikelola
  • Mudah upgrade
  • Banyak pilihan tema
  • Banyak plugin untuk keperluan memperluas fungsionalitas
  • Mudah mendapatkan bantuan
  • Komunitas yang besar
  • Aman (tidak mengandung kode-kode yang berbahaya)
  • Mobile friendly
  • SEO friendly

Jika saya ditanya: apakah situs web desa bisa menggunakan WordPress? Saya akan menjawab 100% iya! Namun saya juga memiliki beberapa pertanyaan:

  • Apakah WordPress sudah banyak diketahui oleh perangkat desa atau siapa pun yang akan mengelola situs web desa?
  • Apakah pengelola situs web desa sudah tahu cara mengoptimalkan situs web desa berbasis WordPress?

Melalui pertanyaan ini saya tidak berniat meremehkan siapa pun. Saya ingin berangkat dari dua pertanyaan tersebut menuju harapan agar WordPress bisa dimaksimalkan oleh siapa saja.

Saya melihat banyak situs web desa yang belum dikelola dengan baik. Kita ambil contoh satu situs web dari Desa Lempuyang, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, yang dikunjungi dari alamat https://lempuyang.desa.id. Jika melihat halaman beranda di web tersebut, maka akan terasa ketidak optimalannya.

Beberapa waktu yang lalu saya bertemu dengan Pak Lurah Desa Lempuyang. Kebetulan desa beliau dianugerahi potensi alam yang luar biasa. Menurut beliau, sangat sayang jika potensi yang ada tidak digarap dengan optimal.

Potensi unggulan Desa Lempuyang adalah jambu Demak, buah pisang dan teh lempuyang. Jambu Demak merupakan jenis jamu air yang umumnya dikenal dengan nama jambu citra. Jambu ini boleh dibilang primadona dari Kabupaten Demak. Buah ini selalu diincar ketika musimnya tiba. Tidak hanya dinikmati oleh warga Demak saja, buah ini juga banyak ditemui di kios-kios penjual buah di berbagai kota sekitar Demak; seperti Jepara, Kudus, Pati, Rembang dan Semarang. Bahkan dijual hingga Tegal dan Jakarta. Bisa dibilang jambu air yang berwarna merah merona ini adalah khasnya Demak. Karena jika di tanam di daerah selain Demak, rasa buahnya akan jauh berbeda — tidak semanis dari pohon yang ditanam di Demak. Menurut Pak Lurah, pasokan terbesar jambu Demak berasal dari Demak kota dan Kecamatan Wonosalam.

Selain jambu Demak, komoditas buah pisang dari Desa Lempuyang juga tidak kalah tinggi penjualannya. Jenis pisang yang bisa diperoleh dari desa ini antara lain: kepok, ambon, mas, raja nangka, dll. Pisang merupakan jenis buah yang banyak dicari. Karena dapat diolah menjadi aneka kudapan yang enak dan memiliki nilai jual lebih tinggi.

Sedangkan teh lempuyang, merupakan produk baru yang masih beliau kembangkan bersama warganya. Warga desa diharapkan mampu meningkatkan potensi ekonomi dari tanaman empon-empon lempuyang yang sangat melimpah di desa, sesuai dengan namanya. Sehingga melalui produk baru ini, pintu kesempatan kerja bagi pengangguran — terutama kaum janda — akan terbuka.

3 potensi besar sebagaimana yang disebut di atas memotivasi Pak Lurah Desa Lempuyang memperkenalkan desa beliau ke masyarakat yang lebih luas. Pak Lurah merasa sangat perlu memanfaatkan inovasi teknologi internet untuk menaikkan nilai ekonomi dari komoditas tersebut. Salah satu cara yang akan diupayakan adalah mengoptimalkan situs web desa (https://lempuyang.desa.id) sebagai sarana pemasaran online. Jika dirasa situs web ini sudah sempurna, selanjutnya beliau akan menyebar luaskan informasi/konten yang ada di situs web ke beberapa media sosial seperti Facebook, Twitter dan Instagram. Bahkan, jika memungkinkan dan dirasa perlu, beliau berniat untuk membeli spot iklan di Facebook dan Instagram.

Kebetulan saya sudah lama berkecimpung di dunia WordPress. Tentu saya sangat senang dan antusias mendengar inisiatif Pak Lurah Desa Lempuyang. Saya akan memberikan pendampingan pengoptimalan situs web desa menggunakan platform CMS WordPress sejauh yang saya mampu.

Tegal, 22 Desember 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *