Categories
Writing

WordPress Bisa Meniru, Bahkan Menarik Plugin Anda ke Dalam Core Karena Lisensi GPL

Ada yang bilang diskusi tentang lisensi GPL tidak pernah ada habisnya. Salah satu alasannya karena menyangkut hajat orang banyak. Sehingga saya sangat antusias menyimak WordPress Meetup Joglo (Jogja – Solo) yang mengangkat tema tentang lisensi GPL pada tanggal 6 Juni 2020; yang diselenggarakan secara online (webinar) dan dapat disimak secara langsung di YouTube. Tema lengkapnya adalah “WordPress & GPL License”.

Untuk menjelaskan apa yang saya dapatkan dari bahasan yang disampaikan oleh pemateri Mas Todi Adiyatmo, Mas Yayun, dan moderator Mas Waranugraha, saya coba ambil dari sudut pandang pembuat, pebisnis, dan pengguna. 

Siapa pembuat (origin creator) WordPress? Barangkali Anda akan menyebut nama Matt Mullenweg. Jika saya adalah seorang kreator, tentu saya tidak ingin kreasi saya berusia pendek. Apa yang telah dan sedang saya ciptakan harus kekal sepanjang zaman. Minimal melampaui tahun tutup usia saya. Maka, open source adalah opsi yang paling pas supaya kreasi saya lebih cepat berkembang dan menarik banyak relawan untuk ikut membantu. Akibatnya apa yang saya ciptakan tersebut tidak lagi menjadi milik saya 100%. 

Spirit open source WordPress dengan lisensi GPL memberikan pengguna kebebasan untuk memakai, mempelajari, mendistribusikan, dan memodifikasi. 

Menurut hemat saya, kebebasan mendistribusikan WordPress dan produk turunannya inilah yang menjadikan diskusi WordPress GPL selalu ‘hangat’. 

WordPress adalah CMS dengan pengguna terbesar dan telah menciptakan ekosistem ekonomi yang solid. Bagi kalangan pebisnis, baik kelompok usaha maupun personal/freelancer, mereka dapat mengambil bidang-bidang berikut untuk mendapatkan keuntungan ekonomi dari WordPress: 

  • Perangkat Lunak sebagai Layanan (terjemahan SAAS)
  • Pelatihan
  • Hosting
  • Aktivitas dan peran sebagai agen

Khusus aktivitas usaha yang berkaitan langsung dengan pendistribusian produk turunan WordPress, lisensi GPL menjadi momok yang ditakuti bagi beberapa kalangan — terutama kalangan pebisnis. Ketentuan yang mengharuskan produk turunan WordPress (tema, blok, dan plugin) berlisensi GPL menjadikan orang lain memiliki hak yang sama untuk memakai, mempelajari, mendistribusikan, dan memodifikasi. Hal yang sama juga berlaku untuk produk premium. 

Sehingga muncul kalangan tertentu yang memanfaatkan celah ini. Ada kemungkinan orang-orang yang “malas” (dalam tanda petik) menjual ulang tema, blok, atau plugin premium. Hal ini memang sudah banyak terjadi, bahkan dengan harga yang dibanting keras. Dan hal ini SAH-SAH saja!

Jika saya boleh menggunakan nurani, kok saya kasihan developer-nya, ya? Untunglah developer punya cara khusus untuk melakukan proteksi. Saya percaya, hasil lebih banyak diperoleh bagi mereka yang bekerja lebih keras; plus cerdas. 

Kok WordPress tidak pernah mem-fork WooCommerce, Easy Digital Download, Elementor (free) atau plugin-plugin ‘vital’ lainnya ke dalam core, ya? Padahal mereka bisa melakukannya secara cuma-cuma atau meniru plek 100%. Apa mungkin mereka masih memegang prinsip nilai/etika lebih tinggi dibanding aturan/hukum? Sepertinya ada alasan lain yang belum saya ketahui.

Jika dari sudut pandang pengguna, tentu senang dengan versi pro harga super murah. Atau bahkan semuanya free. Kalau tidak, ya boleh minta ke teman lah ya.

One reply on “WordPress Bisa Meniru, Bahkan Menarik Plugin Anda ke Dalam Core Karena Lisensi GPL”

Jika dari sudut pandang bisnis sebenarnya dengan membeli versi pro adalah bentuk keberlangsungan agar theme atau plugin tersebut bertahan lama.

Saya sendiri mendengar langsung dari developer yang membuatnya bahwasanya itu bukan semata profit, masih banyak yang membuatnya memang untuk kemaslahatan orang banyak agar dipermudah. Namun tidak dimungkiri bahwasanya mereka menarik biaya karena ada cost yang mereka keluarkan baik itu pengembangan, maintenance dan teknis lainnya

Intinya eventhough itu GPL atau Free mari support mereka minimal dengan menghargai mereka dengan credit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *