Kharis Sulistiyono

  • Saya akan hadir di IDSECCONF 2024 sebagai peserta

    Saya akan hadir di IDSECCONF 2024 sebagai peserta

    Sehari-hari saya bekerja menggunakan software CMS (content management system) WordPress. Rasanya mulai sekarang makin penting bagi saya untuk belajar tentang kemanan website.

    Karena akan makin banyak penggunaan WordPress untuk ecommerce dan enterprise di masa depan (ini opini pribadi), jaminan keamanan website akan makin dibutuhkan pula. Tidak hanya dari pemilik website saja, namun vendor software turunan WordPress (tema dan plugin) juga butuh jaminan keamanan untuk produk-produk yang mereka buat.

    Inilah alasan utama saya ikut hadir sebagai peserta di IDSECCONF 2024 di Surabaya untuk yang pertama kalinya.

    Anda hadir juga di acara ini? Sampai ketemu di sana.

    N.B.: Semua link di artikel ini bukan referral.

  • Error notice loop in translate.wordpress.org

    Yesterday I discovered an error loop notice in a collaborative translation platform for WordPress projects that is hosted in WordPress.org.

    Watch my finding at Loom.

    This has been reported to translators community during Polyglots Team weekly meeting’s open floor (Q&A) session.

  • Seneng Kumpul Putu

    Konten medsos Perindapan biasanya kreatif, lucu, aneh, ngageti. Namun di feed IG saya hampir tidak pernah menemukan video sekelompok anak muda berciri khas Perindapan saling bawa peralatan logam tajam dan melakukan adegan perang-perangan, baik berhamburan di jalan, maupun sambil konvoi pakai motor. Menurut kabar, justru di dekat area tinggal saya yang pernah seperti itu. Miris. Semoga tak akan ada lagi.

    Pada 14 Maret 2023, portal berita online ayotegal.com memuat berita berjudul ‘Stop Tawuran Pelajar, DPRD Kabupaten Tegal dan Dinas Dikbud Rumuskan Sistem Pencegahan Lintas Sektoral’.

    Doakan saja rekan-rekan muda yang sudah terlanjur menanggung akibat dari sumbu pendek mereka yang mudah tersulut. Siapa pun tentu tak mau melakukan hal konyol. Kata Pakde: “Mending hidup wajar-wajar saja, syukur-syukur bisa kumpul putu — menikmati hari tua”.

  • Urip Mampir Nyate

    Beruntung saya tidak punya keharusan (setidaknya hingga saat ini) untuk menolak makan sate kambing. Untuk alasan kesehatan, beberapa orang di sekitar saya benar-benar tak mau makan sate barang satu iris saja.

    Sate bisa jadi merupakan menu yang paling sederhana dibanding menu olahan daging lainnya. Makanan yang cara masaknya cukup dipanggang di atas bara arang ini biasanya disantap pakai nasi anget, sambal mentah, dan kecap. Simple, gak ndakik-ndakik, tapi enak.

    Momen nyate tak boleh terlewatkan saat Hari Raya Qurban. Selain stok daging yang cukup, menyiapkan piranti dan bahan pendukung untuk membuatnya juga tidaklah sulit. Di saat seperti inilah saya baru bisa menikmati sate home-made.

    Kalau ditanya tempat (warung) nyate kambing yang enak di Tegal, saya bisa kasih empat rekomendasi ini:

    Selamat menikmati urip mampir nyate. Ndang gagiyan, aja kesuwen!